|
Selamat Datang di Gereja Katolik St.Andreas Paroki Kedoya |
|
HARI TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM (P)
|
 |
22 Nopember 2009
Dan 7:13-14; Why 1:5-8: Yoh 18:33b-37
|
 |
HTML clipboard
HTML clipboard
HTML clipboard
HTML clipboard
HTML clipboard
Putih mengungkapkan kegembiraan dan kesucian
Warna ini bisa dipertukarkan dengan warna kuning dan dipakai pada hari-hari raya seperti Natal, Paskah, Kamis Putih. Warna putih juga dipakai untuk pesta Tuhan Yesus Kristus, Bunda Maria, para malaikat, para santo dan santa (yang bukan martir).
|
"Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini”
|
“Bapak datang, kita berpuasa dua hari”, demikian keluh kesah penarik becak di kota Semarang pada suatu saat, yaitu ketika Presiden Suharta berkunjung ke Semarang dalam rangka kunjungan kerja dalam ‘Seminar Budaya Jawa’ di hotel Patra Jasa – Semarang. Memang pada saat itu selama dua hari jalan yang akan dilalui presiden harus steril dan bersih, antara lain: penarik becak tidak boleh lewat, para pedagang kaki lima di pinggir jalan tidak boleh jualan, dst.. Karena dua hari tidak kerja atau jualan berarti dua hari tidak memperoleh uang, padahal apa yang diperoleh satu hari juga hanya cukup untuk kebutuhan hidup keluarga sehari. Sebaliknya ketika Paus Yohanes Paulus II mengadakan kunjungan pastoral di Yogyakarta, banyak pedagang kaki lima diuntungkan, karena pada waktu itu mereka dapat berjualan di pinggir jalan seperti biasa, bahkan harga dinaikkan tidak apa-apa dan jumlah yang mereka jual hampir dua kali lipat seperti biasa. Maklum beberapa jalan sekitar Maguwaharja, tempat Paus berkunjung dan mempersembahkan Perayaan Ekaristi, ditutup guna parkir kendaraan, dan dengan demikian mereka berjualan seperti biasa tidak apa-apa. Dari dua kunjungan sebagaimana saya kisahkan secara singkat di atas, kiranya cukup jelas ada kontras tajam, perbedaan antara ‘kerajaan dunia’ dan ‘kerajaan sorga’. “Raja dunia” pada umumnya menguasai, sedangkan ‘raja sorga’ lebih melayani. Sebagai orang beriman, khususnya yang beriman pada Yesus Kristus, dipanggil untuk meneladan Yesus, Sang Raja Semesta Alam, yang datang untuk melayani bukan dilayani dan menguasai.
|
|
Read more...
|
|
|
Doa Tridium Santo Andreas HUT 23 |
|
Allah Bapa yang maha pengasih, kami bersyukur kepada-Mu atas segala berkat dan rahmat, serta penyertaan-Mu pada Perjalanan Paroki kami yang tercinta, Paroki Santo Andreas. Engkau telah mengumpulkan, mempersatukan dan menjiwai kami dengan semangat saling berbagi dan mengasihi, sehingga kami dapat membangun suatu kerja sama yang baik selama ini.
|
|
Read more...
|
|
|
Ign.Sumarya SJ : Jakarta, 21-11-2009 |
|
1Mak 6:1-13; Luk 20:27-40
“Mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu tidak kawin dan tidak dikawinkan”
“Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak. Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak. Akhirnya perempuan itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia." Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup." Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: "Guru, jawab-Mu itu tepat sekali." Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.”(Luk 20:27-40), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 1 - 4 of 43 |